Monday, April 14, 2014

Heartbleed bug

Heartbleed ditemukan setelah tim peneliti keamanan komputer di Universitas Michigan, Amerika Serikat, menggunakan pemindai jaringan open source yang disebut ZMap. ZMap dikembangkan di Universitas Michigan oleh Asisten Profesor J Alex Halderman dan mahasiswa pascasarjana ilmu komputer, Zakir Durumeric dan Eric Wusterow.

Zmap berguna untuk mencari server internet yang rentan terhadap Heartbleed yang berpotensi digunakan untuk mencuri username, password, nomor kartu kredit, dan informasi penting lain.

Dengan mengeksploitasi celah Heartbleed pada OpenSSL, peretas bisa mencuri informasi, meskipun sebuah situs web atau penyedia layanan sudah melakukan enkripsi (ditandai dengan gambar "gembok" dan prefiks "https:" pada URL).

Celah keamanan ini ditemukan pada OpenSSL, sebuah protokol sekuriti open-source yang digunakan untuk enkripsi informasi sensitif melalui fungsi SSL (secure sockets layer) di banyak layanan berbasis internet.

Heartbleed berimbas pada semua situs web dan layanan yang menjalankan OpenSSL versi 1.0.1 hingga 1.01f. Versi-versi OpenSSL yang rawan tersebut sudah banyak dipakai sejak Mei 2012.

Artinya, selama dua tahun, celah ini telah beredar tanpa terdeteksi di semua penyedia layanan yang menggunakan enkripsi OpenSSL, mulai dari aplikasi, situs web internet, hingga institusi perbankan.

Masalahnya menjadi besar karena OpenSSL digunakan oleh 66 persen dari semua bagian web internet untuk mengenkripsi data sehingga celah keamanan tersebar luas.

Sebagian nama layanan yang terkena dampak Heartbleed bisa dilihat dalam sebuah daftar yang dibuat pada 8 April 2014. Semenjak daftar tersebut dipublikasikan, beberapa penyedia layanan, seperti Facebook, Yahoo, Gmail, Tumblr, dan Dropbox, telah menyalurkan patch untuk menambal celah keamanan yang ada.

untuk test pada link ini 

About

Custom Search

networkFun